Diibaratkan "Tetesan air hujan yang terus menerus menetes, melubangi batu, pada akhirnya batu itu akan lubang juga", dengan terjemahan Latin bunyinya "Simile est guttis pluviae quae stillant perpetuo, foramina in lapide facientes, et tandem lapis quoque foramina habebit" itulah sepenggal kalimat yang mengandung arti harafiah dari kalimat tersebut. akan tetapi jika di kenakan pada ungkapan/pribahasa Latin kuno berbunyi demikian : "Gutat Lavat Lapiden Non Set Sepe Kadendo" yang memiliki arti yang sama yakni : "Tetesan air hujan yang terus menerus menetes, melubangi batu, pada akhirnya batu itu akan lubang juga"
Sebuah ungkapan Bahasa Latin di atas mewakili rasa penasaranku untuk terus mencari dan ingin menemukan jawaban yang pasti sekaligus melatar belakangi rasa penasaranku tentang Hati yang begitu Kuat namun apakah lama kelamaan akan luluh jua.?
"Rasa penasaran itu, datang dari Hati yang Begitu Kuat, Cuek, dan Malas Tahu..Namun begitu cepat harus LULUH jua... "
Mungkin karena mereka memiliki sifat defensif atau perlindungan diri yang kuat, sehingga terlihat cuek atau malas tahu di luar. Namun, ketika sudah merasa aman dan percaya, mereka bisa menjadi lembut dan luluh dengan cepat. Bisa jadi mereka hanya butuh waktu untuk membuka diri dan merasa nyaman. 💡
Ataukah...
Karena kamu telah menyentuh hati yang paling dalam, membuatku merasa lembut dan terbuka, sehingga aku tidak bisa lagi menahan perasaan ini. 😊
Atau Mungkin karena mereka memiliki lapisan pertahanan yang kuat, tapi ada satu titik lemah yang bisa membuat mereka luluh. Bisa jadi itu karena mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar memahami dan menerima mereka apa adanya, sehingga mereka merasa aman untuk menurunkan pertahanan dan menunjukkan sisi lembut mereka. Atau mungkin karena ada sesuatu yang sangat menyentuh hati mereka, membuat mereka tidak bisa lagi menahan perasaan dan akhirnya luluh. 🤔
Tapi Apa sebabnya...?
