Aku Mencintaimu Dalam Diam

 


 Wahai tuan, Bila cinta adalah suara

Maka suaraku telah lama terendam

Di antara desirnya waktu

Aku tak lagi menyebut namamu

 

Namun sebelah napasku masih mencari arah yang sama

Arah sukma kita yang pernah bersingungan

Aku mencintaimu bukan dengan kata

Tapi dengan diam yang menuai bersama malam

 

Dengan rindu yang tak memohon untuk kembali

Dengan pasrah yang justru lebih setia dari genggaman

Cintaku tidak lagi berwujud seperti janji

Ia telah jadi doa, mengalir pelan, diiringi waktu

 

Menyelusuri setiap detik yang tidak lagi kau isi

Dan jika kelak dunia bertanya,

Apakah cinta ini masih ada, aku akan menjawab ia

Karena cinta sejati tidak butuh ruang untuk tinggal

 

Ia hanya butuh hati untuk mengenangnya

Maka biarlah semestalah yang menjadi saksi

Bahwa aku pernah mencintaimu

Dengan seluruh jiwaku dan masih mencintaimu,

Meski kini hanya lewat keheningan

Ambo Missa

Literasi Guru Pedalaman_Aktual dan Terpercaya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama